SERDADU PASOEPATI adalah suku Pasoepati yang berpusat di Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta. Berawal sebelum kompetisi 2014 dimulai saat PERSIS SOLO ujicoba melawan UITM Malaysia. Kami mendukung PERSIS di Tribun B7, saat itu kami hanya pendukung biasa belum terbentuk Serdadu Pasoepati. Pada awal Januari 2014, tiga orang pemuda asal Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta yang bernama Bowo Clowor, Ipang Tri dan Edi Teguh berinisiatif menggerakan teman2 dari Semanggi, Pasar Kliwon untuk membuat suku supaya Pasoepati bisa lebih terorganisir, maka pada tanggal 25 Januari 2014 kami resmikan berdirinya SERDADU PASOEPATI dengan total anggota yang terakomodir saat itu sekitar 10-org. 
Nama SERDADU diambil dari kamus bahasa Iwan Fals yang berartikan tentara/prajurit perang, Logo SERDADU PASOEPATI juga bersifat tentang peperangan yaitu NAZIE. Tetapi beda dengan Serdadu Pasoepati, kami memang berperang tetapi berperang diatas tribun dengan cara membeli tiket, berdiri, bernyanyi dan melakukan aksi untuk merontokan mental lawan PERSIS SOLO. 
Setelah enam bulan berjalan, SERDADU PASOEPATI mulai BERJAYA dengan tambahnya anggota hingga 50-an pasukan Serdadu Pasoepati. Pada saat itu kami segera membuat KTA dan bergabung dengan Korwil GEMPASS 1923 [Pasar Kliwon, Surakarta]. Saat itu kami belum memiliki banyak peralatan dan kami hanya memiliki giant flag dan tongkatnya.
Setelah satu tahun berjalan, anggota kami saat ini ada > 100-pasukan. Dan supaya tidak pusing dalam menggerakan anggota, Serdadu Pasoepati memiliki beberapa Korlap untuk mengakomodir anggota yang tersebar di Semanggi Solo | Gadingan Mojolaban SKH | Mojosongo Solo | Klaten | Sumberlawang Sragen | Sukoharjo Kota | Baki Sukoharjo. 
Sampai dengan saat ini kami sudah memiliki berbagai peralatan suporter yang cukup lengkap seperti Giantflag, Spanduk, Bassdrum, Senardrum, Kaos resmi Serdadu Pasoepati dll. Semua peralatan tersebut kami beli dari kekompakan SERDADU PASOEPATI mengumpulkan uang kas bernilai 5rb/bulan.
Disini kami juga punya inisiatif, bahwa SERDADU PASOEPATI bukan hanya kelompok suporter saja, melainkan sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Contohnya dulu ada 2 anggota kami yang sakit dan mondok ke rumah sakit, dan saat itu semua anggota SERDADU PASOEPATI diwajibkan memberikan iuran untuk membantu dan mengurangi beban rekan kita yang sedang sakit, meski nilainya tak seberapa tetapi keikhlasan dan rasa keharmonisan tersebut menjadi kekompakan & solidaritas kami sesama anggota SERDADU PASOEPATI. 
Demikian sejarah awal berdirinya SERDADU PASOEPATI yang dapat saya tulis. Buat rekan2 PASOEPATI-SRIKANDI yang belum menemukan kelompok suku area Korlap kami diatas. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk rekan2 semuanya bergabung bersama SERDADU PASOEPATI.
PASOEPATI YES!!!
PERSIS SOLO LASKAR SAMBER NYAWA

»LEGENDA«
terima kasih atas kunjungannya